Selasa, 14 Mei 2013

Hanya Karena Senyum (Mu)


Rinduku pilu. Tak tersampaikan.
Seketika hilang memudar tatkala kamu tersenyum kepadaku (saja)
Entah kamu memaknai garis senyummu itu biasa saja.
Atau bahkan lebih dari itu?
Aku. Yang candu kamu. 
Seketika menjadi pemimpi yang tinggi.
Pemimpi yang ingi mimpi-mimpinya segera terjadi.
Senyummu, kuanggap penuh makna.
Cinta, kasih, dan sayang kusatukan dalam arti senyummu itu.
Matamu yang indah seolah berkata sesuatu padaku.
Ah, kurang terdengar…
Ketahuilah, aku sangat bahagia karena itu.
Angan-angan yang melambungkanku ke atas, bak di awan.
Senyummu diam-diam telah kuasai setengah dari pikiranku.
Bagian bibir sebelah kananmu yang cenderung menyenggol ke atas. Aku hafal itu.
Lekuk halismu selalu menjadi pandangan yang dominan.
Hidungmu, tak kulupakan menjadi bagian dari objek penglihatanku.
Semua hanya karena satu.
Senyum (kebetulan) kamu.
-Mayang Riyanti. December, 25th 2012. 00:34.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar