Selasa, 14 Mei 2013

Hujan.


Rentetan titik air yang semakin lama semakin tak bisa diajak kompromi.
Aku larut dalam hujan ini seketika.
Beribu kenangan teringat sejenak dalam satu waktu.
Seolah mesin ini membawaku kembali ke alamnya.
Alam sebelum masa sekarang.
Aku tetap diam dibalik hujan.
Mencoba menikmati setiap titiknya.
Seolah hujan mengajakku untuk saling mengenal.
Aku damai, sejuk ku rasa.
Kamu, salah satu pendamai jiwaku saat itu.
Saat hujan turun dengan derasnya.
Ingin kuucapka padamu kala itu.
Bahwa rasa ini ada untukmu-pun melebihi titik air yang turun ke bumi.
Terlalu banyak…
-Mayang Riyanti. December, 25th 2012. 23:36.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar